Postingan

Bagian-5: 'Bacca' dari Pegunungan Muller

Penulis: Wedhya Wardani Kisah sebelumnya Onrush Bagian-4: Kapal Pengintai ------------------------------------------ Anak lelaki itu datang bersama seorang pria bertato. Gambar bunga pada bahu dan dadanya yang menunjukkan dia serorang Punan [1] . Pria tersebut meminta agar Gujarat mengijinkan anak lelaki yang nyaris telanjang tersebut ikut dengan kapalnya. Namun dengan terbahak Gujarat menolak permintaan sang Punan. “Dengar aku bukan penjaga bayi! ha, ha,,”  sekali Gujarat mengibaskan tangannya agar laki-laki tersebut pergi. Namun pria dimaksud tidak menyerah begitu saja. Ia mengejar sang Gujarat dan berusaha menyakinkan. Jika anak lelaki tersebut sangat rajin dan bisa membantunya mengerjakan pekerjaan seperti laki-laki dewasa pada umumnya, seperti menyapu, membersihkan dan mengepel geladak, mencuci peralatan juga pakaian. Sang Gujarat kembali menggeleng beberapa kali, yang berarti TIDAK. Untuk yang kesekian kali pria bertopi anyaman daun pandan dengan hiasan bulu eng...

Bagian-4: Kapal Pengintai

Penulis: Wedhya Wardani Kisah Sebelumnya: Bagian Ke-3 Jan Pieterzoon Coen Siapa yang akan mengira jika pulau yang terbentuk dari batuan karang dan secara geologis tanahnya yang berupa pasir awalnya disangka dan dipastikan tidak akan mampu memberi kontribusi yang lumayan. Nyatanya kini menjadi berkembang dan merupakan tempat persinggahan bagi pelayaran dan arus perdagangan. Pemikiran yang kurang wasis, keterburu-buruan dan ketamakan para pemangku wilayah untuk mendapatkan keuntungan telah menjungkir balikkan keadaan menjadi seperti saat ini.  Satu perusahaan yang merupakan kepanjangan tangan dan kepentingan dari pemerintah Nederland selanjutnya dengan bebas menggunakan pulau di teluk Jayakarta. Benteng pertahanan, barak, gudang berikut pendukung lainnya didirikan, kayu-kayu ditebang untuk pembuatan dermaga dan kapal-kapal. Telah merubah seeokor anak kucing menjadi singa, menyulap pulau kosong menjadi oase [1] yang wajib didatangi oleh siapapu yang melintas sebelum masuk ke ...

Bagian 3: Jan Pieterzoon Coen

Penulis: Wedhya Wardani Kisah Sebelumnya Bagian ke-2: Bidadari Tanpa Sayap Seorang kepala tukang --orang yang ahli yang dibidang kapal-- berkeliling, mengecek dengan teliti keadaan kapal yang baru saja datang dari perjalanan panjang. Selanjutnya ia membagi tugas dan menerangkan apa yang harus kami lakukan. Aku mendapat tugas untuk mendempul lambung kapal. Dibawah petunjuk dan pengawasannya aku mulai dengan pekerjaan baruku. Mula-mula menyumpal sambungan, atau lubang kecil dengan sabut kelapa kemudian mendempulnya dengan bubuk kapur yang telah dicampur dengan minyak jarak. Setiap lapisan sambungan didempul dengan teliti dan hati-hati, agar air laut tidak merembes ke dalam kapal. Selain sangat berbahaya akan fatal akibatnya yakni kebocoran bahkan karamnya sebuah kapal, begitu terang kepala tukang. Tatkala bayangan kincir angin jatuh ke arah timur, aku bergegas menyudahi pekerjaanku dan berlari ke satu-satunya klinik di pulau ini. Menjumpai Suster Merie untuk membantunya memperba...

Bagian-2: Bidadari Tanpa Sayap

Penulis: Wedhya Wardani Kisah Sebelumnya: Bagian Ke-1: Tahanan Sempoyongan. Aku terus berjalan dalam iring-iringan. Kakiku bergetar, sendi-sendiku semakin lama semakin lemah untuk menopang tubuhku. Keringat dingin mengalir membasahi tengkuk diikuti pandangan yang bluur . Ku-ucek mataku, hanya menambah keseimbanganku yang goyah. Bumi berputar dengan cepat. Aku terjungkal dilangkah yang berat. Limbung. Terkapar dengan mata mendelik. Kulihat orang-orang berhambur menyerbuku, lengan-lengan kurus namun berotot, meraih tubuhku dan menahan agar tidak jatuh ke tanah pasir. Tapi, kurasa hanya dua pasang lengan yang benar-benar menahan, sebab yang lain langsung terhalang oleh laras senjata prajurit. Sambil berteriak-teriak prajurit mendorong agar barisan terus bergerak. Tapi seorang lagi menyusulku. Ia melorot diantara himpitan tubuh teman-temannya. Ia tergolek, wajahnya biru! Diantara kesadaran yang kian menipis aku masih bisa melihat, seorang lagi tumbang dengan memegang kepala...